FGD Sentra Rumput Laut di Sumba Timur Dorong Penguatan Hilirisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
FGD feasibility study sentra rumput laut dorong penguatan hilirisasi dan kolaborasi lintas sektor. (FOTO: Habibudin/TIMES Indonesia)

FGD Sentra Rumput Laut di Sumba Timur Dorong Penguatan Hilirisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

FGD ini sebagai upaya strategis merencanakan kebijakan terkait potensi pengembangan rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Sumba Timur.

TIMES Sumbawa,Minggu 24 Mei 2026, 11:10 WIB
321
M
Moh Habibudin

SUMBA TIMURFocus Group Discussion (FGD) Feasibility study sentra usaha produksi rumput laut di Kabupaten Sumba Timur untuk mendorong penguatan hilirisasi dan kolaborasi lintas sektor.

Hal itu disampaikan Direktur PT Peseroda Algae Sumba Timur Lestari (Astil) Ayi Nurmalaela, Minggu (24/5/2025).

Ia mengatakan bahwa FGD telah dilaksanakan secara hybrid yang menjadi bagian dari promise II Impact dari Internasional Labour Organization (ILO) yang diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan menghadirkan Bupati Sumba Timur dalam membuka acara pada 22 Mei 2026 di Hotel Myze Waingapu.

Menurut Ayi, FGD ini merupakan tindak lanjut dari proses pengambilan data feasibility study yang dilakukan oleh PT Astil bersama MIT PLUS. Kegiatan ini untuk memperoleh saran, masukan serta pandangan strategis dari berbagai sektor dan pemangku kebijakan terkait potensi pengembangan rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Sumba Timur.

“Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan adanya perhatian dan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan komoditas rumput laut sebagai potensi ekonomi daerah,”katanya.

Dalam FGD juga ungkap Ayi, peserta memberikan berbagai saran, masukan dan rekomendasi kepada PT Astil terkait peluang dan tantangan dan juga kebutuhan penguatan dalam pengembangan sentra rumput laut.

Tentu diskusi itu berjalan scara aktif dan konstruktif terutama dalam membahas potensi hilirisasi rumput laut agar tidak hanya berhenti pada tahap produksi tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.

“Jadi program hilirisasi rumput laut yang kita inisiasi bukan hanya bertujuan meningkatkan produksi dan nilai tambah tetapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujar Ayi.

Melalui FGD ini tambah dia, pihaknya mendapat berbagai masukan penting serta dukungan dari kelompok masyarakat, pemerintah daerah dan instansi/lembaga terkait. Selain itu merekapun menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mendukung pengembangan rumput laut sebagai salah satu komoditas utama di Sumba Timur.

Sebagai tindak lanjut PT Astil bersama Tim akan melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Sumba Timur untuk memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif.

“Kita harapkan data tersebut dapat memperkuat hasil feasibility study dan meyakinkan berbagai pihak bahwa rumput laut memiliki potensi besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Sumba Timur,” terang Ayi.  (*)    

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Habibudin
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sumbawa, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.