BTN Matalawa Sumba Tegas Tolak Aktivitas Tambang Emas Dalam Kawasan
BTN Matalawa tegas tolak penambangan emas ilegal di Wanggameti. Pelaku diserahkan ke Polres, pengamanan diperkuat dengan dukungan stakeholder dan rencana libatkan TNI demi kelestarian Sumba.
SUMBA – Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi (BTN Matalawa) Wanggemeti Sumba dengan tegas menolak para oknum melakukan aktivitas penambangan emas di kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III BTN Matalawa Dwi Agung Herdiyanto, Kamis (29/1/2026).
Penegasan ini, kata Agung, terkait dengan temuan sejumlah oknum yang melakukan aktivitas penambangan emas didalam kawasan Taman Nasional dengan menggunakan metode pendulangan emas secara tradisional pada 10 Desember 2025 lalu, namun oknum tersebut telah diserahkan ke Kepolisian Resort (Polres) Sumba Timur untuk diselidiki.
“Harapan kami ini tentu menjadi efek jera bagi siapapun oknum yang melakukan penambangan emas di kawasan hutan taman nasional Matalawa,” tandas Agung.
Selain itu, menurutnya, upaya-upaya yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan dengan penjagaan, pengamanan dan perlindungan di kawasan hutan Taman Nasional khususnya pendulang emas di titik-titik lokasi yang menjadi aktivitas penambang emas.
Ke depan, tambah Agung, pihaknya akan meminta dukungan dari stakeholder terkait bahkan selama ini pihaknya sudah didukung oleh pihak aparat keamanan namun harapan ini dapat ditingkatkan lagi agar pengamanannya dapat terkendali dengan baik dan harapannya kedepan dapat melibatkan pihak TNI Batalyon 876/Palatana karena perlindungan kita untuk kelestarian alam Sumba dengan memperkuat pengamanan di Kawasan TN Matalawa Wanggameti.
Ia menjelaskan bahwa Wanggameti merupakan salah satu penyangga Capsman area, penyangga fungsi ekologis, penyangga air aliran sungai di pulau Sumba jika itu menjadi kerusakan maka masa depan masyarakat Sumba terutama akan menjadi pertaruhan.
“Itu yang kita hindari karena Balai Taman nasional mempunyai tugas dan fungsi pengelolaan sumber daya alam didalam taman nasional itu sendiri,”papar Agung. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


