Polres Sumba Timur Catat Data Laporan dan Penyelesaian Perkara KPA Menurun Tahun 2025
Kasat Reskrim Polres Sumba Timur AKP Markus Y. Foeh. (FOTO: Habibudin/TIMES Indonesia)

Polres Sumba Timur Catat Data Laporan dan Penyelesaian Perkara KPA Menurun Tahun 2025

Tren kasus kekerasan perempuan dan anak di Sumba Timur menurun pada 2025. PPA Polres Sumba Timur tekankan peran orang tua, guru, dan kolaborasi semua pihak untuk cegah kekerasan.

TIMES Sumbawa,Jumat 3 April 2026, 19:13 WIB
247
M
Moh Habibudin

SUMBA TIMURUnit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Resort Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumba Timur mencatat data laporan penyelesaian perkara Kekerasan Perempuan dan Anak (KPA) di Kabupaten Sumba Timur menurun di tahun 2025.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Sumba Timur AKP Markus Y. Foeh Jumat (3/4/2026).

Dijelaskan, bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah kasus kekerasan terhadap perempauan dan anak di Kabupaten Sumba Timur mengalami penurunan. Data terbaru di tahun 2025 menunjukkan 38 perkara dengan penyelesaian perkara 22 kasus bila dibandingkan tahun 2024 menunjukkan 50 perkara dengan penyelesaian perkara 51 kasus.

Menurut AKP Markus, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang paling menonjol di tahun 2024 yakni kasus kejahatan terhadap anak dengan jumlah laporan sebanyak 20 perkara dengan penyelesaian kasus sebanyak 15 perkara sedangkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) jumlah laporan sebanyak 12 perkara dan penyelesaian perkara sebanyak 12 kasus.

“Jadi di tahun 2024 yang paling menonjol adalah kasus kejahatan terhadap anak dan KDRT namun semua kasus dapat diselesaikan dengan baik sehingga tren tersebut dapat membuahkan hasil ditengah masyarakat,”ujarnya.

AKP Markus menegaskan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pentingnya peran orang tua dan guru dilingkungan sekolah untuk mencegah pelecehan terhadap anak. Oleh sebab itu orang tua dan guru perlu diedukasi secara khusus dengan memberikan pemahaman bahwa anak harus dilindungi baik tubuh maupun sikologinya.

Ia menyebut, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu penting yang memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat maka melalui pendekatan berbasis komunitas, edukasi, penggunaan teknologi, kerjasama multisektoral serta penyediaan layanan dukungan yang efektif kita dapat mengambil tindakan nyata untuk mengurangi kekerasan.

“Selagi tantangan masih ada dengan kolaborasi dan dukungan dari semua sektor kita dapat membangun masyarakat yang lebih aman dan penuh empati. Saya harap mari kita bersama-sama berkontribusi dalam upaya mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak dilingkungan kita serta mendukung mereka yang membutuhkan perlindungan dan bimbingan,”ungkap AKP Markus. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Habibudin
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sumbawa, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.