TIMES SUMBAWA, JAKARTA – Di era digital, berbelanja tidak lagi terbatas pada toko fisik atau e-commerce tradisional. Kini, platform social commerce (s-commerce) seperti TikTok, Instagram, dan Facebook semakin populer sebagai tempat transaksi online. Namun, di balik kemudahan ini, ada risiko keamanan yang mengintai, terutama modus penipuan phishing.
Menurut perusahaan keamanan siber Kaspersky, ancaman phishing di Indonesia terus meningkat. Sepanjang tahun 2024, teknologi anti-phishing mereka mendeteksi lebih dari delapan juta upaya serangan yang menyasar pengguna di Tanah Air.
Salah satu bentuk serangan yang marak terjadi adalah pembuatan halaman TikTok Shop palsu oleh penipu untuk mencuri kredensial penjual. Akibatnya, korban bisa mengalami kerugian finansial maupun reputasi.
Bagaimana Modus Phishing Bekerja?
Phishing adalah teknik penipuan di dunia maya yang bertujuan mencuri data pribadi, seperti kata sandi atau informasi keuangan. Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak yang dipercaya korban, seperti perwakilan merek terkenal, rekan kerja, atau bahkan institusi keuangan. Mereka kemudian mengirimkan pesan melalui email, SMS, atau media sosial yang berisi tautan atau lampiran berbahaya yang dapat mencuri data korban.
Langkah-Langkah Mencegah Phishing Saat Berbelanja Online
Untuk menghindari jebakan phishing saat berbelanja di platform social commerce, berikut beberapa tips keamanan dari Kaspersky:
-
Hindari Mengklik Tautan Mencurigakan
Jangan pernah mengakses tautan yang dikirimkan melalui pesan teks, media sosial, atau aplikasi perpesanan tanpa memastikan keasliannya. -
Kenali Saluran Resmi Bank dan E-commerce
Pastikan Anda hanya berinteraksi dengan akun resmi bank digital atau platform belanja yang sudah terverifikasi untuk menghindari penipuan yang meniru institusi keuangan. -
Periksa Keamanan Situs
Saat bertransaksi online, gunakan situs dengan alamat yang diawali "https://" dan pastikan ada ikon gembok tertutup di bilah alamat peramban. -
Kelola Kata Sandi dengan Baik
Gunakan kata sandi unik dan kuat untuk setiap akun belanja online. Manfaatkan pengelola kata sandi untuk menyimpan dan mengatur kredensial secara aman. -
Jangan Berikan Informasi Berlebih
Saat melakukan transaksi, hanya berikan informasi yang benar-benar diperlukan. Jangan pernah membagikan kata sandi, nomor kartu kredit, atau informasi pribadi lainnya melalui telepon atau pesan yang tidak diminta. -
Gunakan VPN Saat Berbelanja di Wi-Fi Publik
Jika harus bertransaksi di jaringan Wi-Fi publik, aktifkan VPN (Virtual Private Network) untuk melindungi data pribadi dari risiko pencurian. -
Simpan Catatan Transaksi
Selalu periksa laporan transaksi yang diterima dan segera laporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan. -
Gunakan Perangkat Lunak Keamanan Siber
Instal solusi keamanan yang mampu mendeteksi situs phishing dan mencegah infeksi malware.
Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, pengalaman belanja online di platform social commerce bisa tetap aman dan nyaman. Tetap waspada, jangan mudah tergiur penawaran mencurigakan, dan selalu pastikan keamanan transaksi digital Anda. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Waspadai Phishing! Tips Aman Berbelanja di Platform Social Commerce
Pewarta | : Antara |
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |